BIMBINGAN KARIR

Bekali Calon Lulusan, Mahasiswa Hukum Keluarga Ikuti Workshop Bimbingan Karir Hadapi Dunia Profesional
CIREBON – Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu gerbang menuju medan pengabdian yang sesungguhnya. Menyadari hal tersebut, ratusan calon wisudawan dari Jurusan Hukum Keluarga (HK) mengikuti penggemblengan mental dan kompetensi melalui Workshop Bimbingan Karir yang digelar di Auditorium Pascasarjana Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial pralulusan. Bagi mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga, momentum ini menjadi wadah strategis untuk memetakan arah karier mereka pasca-kampus, dengan menyerap langsung pengalaman dari tokoh birokrasi, dunia usaha, hingga praktisi alumni.
Salah satu sesi yang menjadi magnet utama bagi mahasiswa HK adalah pemaparan dari Muhammad Aip Syarifuddin, S.H., M.H. Sebagai alumni yang kini mengabdi sebagai Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Aip memberikan gambaran nyata yang sangat relatable (relevan) dengan jalur karier ideal lulusan Hukum Keluarga.
Dalam paparannya, Aip menegaskan bahwa bekerja di tengah masyarakat, khususnya di lingkup KUA, menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori fikih munakahat (hukum pernikahan) atau hukum Islam. Lulusan HK dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi lintas generasi, empati dalam memberikan pelayanan prima, serta kecakapan menghadirkan solusi konkret atas persoalan sosial dan keluarga di masyarakat. Pengalamannya menjadi cermin bahwa ruang pengabdian lulusan HK sangat luas dan bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat.
Namun, kiprah sarjana Hukum Keluarga tentu tidak terbatas pada ranah KUA, Kementerian Agama, atau Pengadilan Agama saja. Untuk mendobrak stigma tersebut, agenda ini turut menghadirkan Ketua KADIN Jawa Barat, Dr. Hadi Suwastio Cokrodimedjo.
Kehadiran tokoh dari dunia industri ini membuka paradigma para mahasiswa HK tentang pentingnya kemampuan beradaptasi di sektor swasta dan dunia usaha. Di era disrupsi, kompetensi akademik sarjana hukum harus ditopang dengan kreativitas, keberanian membaca peluang, serta keahlian membangun jejaring (networking). Pemaparan ini menyadarkan calon wisudawan HK bahwa keahlian legal drafting, mediasi, dan penyelesaian sengketa yang mereka pelajari sangat dibutuhkan oleh sektor korporasi dan industri kreatif.
Melengkapi wawasan praktis tersebut, Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Dr. Izzuddin, M.A., turut menitipkan pesan fundamental terkait karakter. Ia menekankan bahwa sehebat apa pun skill yang dimiliki, kunci utama kesuksesan di dunia profesional adalah integritas. Membawa gelar sarjana dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berarti memikul tanggung jawab etis untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya, adaptif, dan mampu bekerja sama di berbagai lingkungan kerja.
Menjelang akhir rangkaian bimbingan karir, para mahasiswa Hukum Keluarga ini juga difasilitasi untuk merampungkan persiapan teknis kelulusan mereka. Dengan membawa bukti pendaftaran wisuda, para peserta langsung menerima pembagian baju toga yang akan mereka kenakan di hari bersejarah nanti.
Dari ruang kelas menuju dunia kerja, dari teori hukum menuju solusi nyata. Melalui pembekalan komprehensif ini, lulusan Jurusan Hukum Keluarga UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan tidak hanya siap menyandang gelar di belakang nama, tetapi juga siap mengubah keilmuan mereka menjadi kebermanfaatan yang nyata di tengah masyarakat.
Bagikan Artikel: